FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Teropong Telur

Oleh Hamsir, Kepala Sekolah SDN 115 Benteng Gajah

Teropong Telur
Teropong telur buatan siswa.

MAROS, SULAWESI SELATAN – Saya memperhatikan selama ini siswa kurang terlibat aktif mengikuti pembelajaran khususnya pada materi pembuktian melalui pengamatan dan percobaan. Kegiatan pengamatan dan percobaan tersebut sering harus menggunakan media, baik buatan sendiri maupun pabrik.

Pada materi pemanfaatan energi listrik di kelas 6 dengan KD merancang alat sederhana atau karya yang menggunakan energy listrik, saya mengenalkan kepada siswa cara membuat dan menggunakan teropong telur. Tujuannya adalah agar siswa mampu menggunakan alat dimaksud untuk menentukan jenis dan ciri-ciri telur yang mudah ditetaskan.

Langkah pertama yang dilakukan guru adalah menyiapkan buku sumber, buku yang relevan dengan konsep energi listrik, dan  petunjuk pembuatan dan penggunaan media pembelajaran terkait energi listrik. Setelah itu siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapat alat dan bahan yang sama seperti satu buah pipa paralon 3 inci dengan panjang 20 cm, penutup pipa paralon berukuran 3 inci, lampu bohlam 10 Watt, saklar, kabel sepanjang 1 m, papan landasan 20 X 20 cm, 1 buah soket, dan petunjuk pembuatan serta penggunakaan alat.

Setiap kelompok melakukan kegiatan sesuai petunjuk. Pertama saklar yang sudah tersambung dengan kabel dipasang pada papan landasan.  Ujung salah satu kabelnya dipasang soket. Setelah itu, saklar ditutup dengan pipa paralon yang sudah tertutup. Penutup pipa paralon tersebut dilubangi dengan ukuran sebagian telur masuk kedalam lubang tersebut.

Selanjutnya siswa dalam kelompok menghubungkan soket pada lubang soket yang ada aliran listriknya.  Apabila lampu bohlam dalam pipa paralon telah menyala, alat tersebut berarti sudah bisa digunakan. Letakkan telur pada lubang penutup pipa paralon. Setelah itu, setiap anggota kelompok mengamati telur dan mencatat hasil pengamatannya.

Telur yang baik untuk ditetaskan adalah telur yang pada saat diteropong, di dalamnya terlihat noda hitam. Noda hitam yang tampak itu adalah cikal bakal mahluk hidup (embrio).  Telur yang tidak menampakkan noda hitam berarti tidak mempunyai embrio atau bakal mahluk hidup baru.

Menggunakan media seperti ini terbukti membantu siswa lebih aktif, kreatif, dan lebih mudah memahami konsep pengetahuan yang diajarkan.


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.