FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Apa saja Komponen Darah? Ayo Buat Darah Tiruan

SMPN 28 Surabaya, Jawa Timur

Apa saja Komponen Darah? Ayo Buat Darah Tiruan
Guru sedang menjelaskan hasil pembuatan darah tiruan oleh siswa.

Darah yang mengalir dalam tubuh manusia sangat mudah dikenali dari warnanya yaitu merah. Namun, warna merah tersebut hanya bagian kecil dari pembentuk darah secara keseluruhan. Ada beberapa komponen pembentuk darah yang belum diketahui siswa.

Untuk itu, Ibu Hesty Widirahayu, guru IPA kelas VII SMPN 28 Surabaya, meng-ajak siswa bereksperimen membuat darah tiruan. Tepatnya ketika mempe-lajari sistem transportasi dalam tubuh.

Sebelumnya, materi bacaan sudah disiapkan Ibu Hesty untuk menjadi informasi awal bagi siswa di kelasnya selain buku literatur. Siswa diberi waktu untuk membaca informasi yang disusun Hesty dari berbagai sumber tersebut. Setelah itu, pada kegiatan apersepsi, Hesty menerangkan bahwa darah merupakan cairan yang ber-fungsi mengirimkan zat-zat dan oksi-gen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh.

Peran darah juga penting untuk mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisma serta sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Maka, untuk mengetahui komponen dalam darah saat mempelajari sistem transportasi dalam tubuh. Pertanyaan seputar darah pun dilontarkan guru.

“Ada berapa jenis komponen darah yang keluar dari tubuh manusia?” tanya guru. 
“Satuuu!” semua siswa memberikan jawaban yang sama. Jawaban itu didasarkan pada satu warna yang tampak oleh mata yaitu merah.

Namun, apakah benar demikian? Ibu Hesty kemudian menegaskan bahwa darah dibentuk tidak dari satu komponen saja, melainkan empat komponen. Apa saja itu? Untuk mencari jawabannya, siswa diajak bereksperimen membuat darah tiruan.

Dia membagi 38 siswa di kelasnya menjadi tujuh kelompok. Berikutnya, masing-masing kelompok menyiapkan bahan dan alat yaitu minyak goreng, air, pewarna makanan (warna merah), tabung reaksi, pipet tetes, dan gelas ukur.

Langkah-langkah pembuatannya:
1.    Siswa menuangkan 5 ml minyak goreng ke dalam tabung reaksi menggunakan gelas ukur untuk mengukur volume minyak goreng.
2.    Siswa menambahkan 5 ml air ke dalam tabung reaksi yang sama.
3.    Siswa menambahkan beberapa tetes pewarna makanan ke dalam tabung reaksi.
4.    Kemudian mulut tabung reaksi ditutup memakai ibu jari dan dikocok sebentar hingga seluruh bahan tercampur.
5.    Tabung reaksi dibiarkan beberapa saat hingga tiga bahan yang dicampur terlihat terpisah.
6.    Siswa membuat gambar lapisan yang terbentuk pada tabung reaksi. Analogikan setiap lapisan yang terbentuk dengan bagian-bagian darah pada manusia.

Analisa hasil eksperimen di atas menunjukkan ada empat lapisan berbeda yang tampak pada tabung reaksi. Lapisan teratas adalah minyak goreng, kemudian air, air bercampur pewarna makanan merah, dan paling bawah berwarna merah pekat yang tak lain merupakan pewarna makanan.

Empat lapisan itu dianalogikan sebagai empat komponen darah. Adapun urutannya dari atas sendiri adalah plasma darah, sel darah putih (leukosit), keping darah (trombosit), dan sel darah merah (eritrosit).

Eksperimen ini sepenuhnya dilakukan sendiri oleh siswa, guru berperan sebagai fasilitator. Praktik sederhana ini diharapkan mendorong siswa agar mau melakukan sesuatu untuk mencari jawaban atas hal-hal yang ingin diketahuinya. Setelah berdiskusi dengan teman sekelompok dan mengisi lembar kerja, siswa mempresentasikan hasil eksperimennya. Setiap kelompok kemudian mendapat respon dari kelompok lain yang ditulis pada lembaran kertas tempel.

Kertas itu kemudian dilekatkan pada kertas lembar kerja, termasuk reward karakter berupa gambar bintang yang dibuat untuk tiga tingkatan hasil yaitu kurang, cukup, dan baik.

“Kegiatan ini terinspirasi dari modul USAID PRIORITAS. Kegiatan ini juga melatih keterampilan proses dalam IPA. Mereka juga semakin kreatif, inovatif, dan menumbuhkan rasa ingin tahu akan ilmu pengetahuan,” papar Ibu Hesty. 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.