FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Two Stay Two Stray Jadikan Perkuliahan Materi Tumbuhan Efektif dan Menyenangkan

Two Stay Two Stray Jadikan Perkuliahan Materi Tumbuhan Efektif dan Menyenangkan
Mahasiswa berperan sebagai penjaga stan dan pengunjung pameran.

Universitas Negeri Malang - Two Stay Two Stray (dua tinggal dua pergi) adalah kegiatan perkuliahan yang terinspirasi dari model pelatihan yang sering digunakan dalam pelatihan USAID PRIORITAS. Dalam setiap pelatihan, setelah selesai diskusi kelompok, mereka harus memajang hasil karyanya dan setiap kelompok mengunjungi kelompok lainnya untuk belanja ilmu dari hasil kerja kelompok yang dipajang. Model inilah yang diambil oleh Ibu Sri Estu Winahyu MPd, dosen PGSD Universitas Negeri Malang (UM) dalam melaksanakan perkuliahan IPA tentang aneka tumbuhan untuk mahasiswa PGSD semester II.

“Materi IPA tentang aneka tumbuhan biasanya saya sampaikan dalam waktu 8 x 50 menit atau dua kali pertemuan. Dengan waktu yang terbatas tersebut mahasiswa harus menguasai materi tentang aneka tumbuhan dimana materinya cukup banyak.  Akhirnya saya membuat strategi dua bertamu dua singgah agar mahasiswa dapat memahami materi lebih cepat dan singkat,” ungkapnya.

Awalnya Ibu Estu membagi dalam kelompok-kelompok kecil berjumlah 10 kelompok, di mana setiap kelompok beranggotakan 4 mahasiswa. Masing-masing kelompok diberikan tugas menyediakan informasi dan display stan pameran mini tentang bagian atau jenis tumbuhan. Kesepuluh kelompok tersebut yaitu: kelompok akar, kelompok batang, kelompok daun, kelompok bunga, kelompok buah, kelompok biji, kelompok umbi, kelompok jamur, kelompok lumut, serta kelompok monokotil dan dikotil. 

Selanjutnya setiap kelompok wajib berbagi tugas antar anggotanya. Dua mahasiswa bertugas menjaga stan di awal kegiatan dan menjelaskan pame-ran yang mereka display, sementara dua lainnya berputar belanja ilmu ke stan pameran kelompok yang lain. Setiap kelompok kemudian berdiskusi bahan apa saja yang akan mereka display dan informasi yang harus dibe-rikan kepada tamu yang berkunjung terkait bahan yang mereka display.

Pada pertemuan selanjutnya, mahasiswa setiap kelompok telah menyiapkan alat dan bahan untuk pameran mini serta informasi yang akan disampaikan. Mahasiswa kemudian diberi waktu untuk menata pajangan yang akan dipamerkan. Selanjutnya, waktu berkunjung pun tiba. Dua orang mahasiswa yang bertugas menyampaikan informasi telah berdiri di stan pameran mini masing-masing. Sementara dua mahasiswa lainnya membawa catatan dan pulpen bersiap berkeliling ke setiap stan lainnya. 

“Setiap tamu yang berkunjung ke stan diberi waktu selama 10 menit. Mereka menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang materi yang di display dan mencatatnya. Begitu seterusnya sampai seluruh stan selesai dikunjungi. Setiap selesai berkunjung ke satu stan, mahasiswa bisa memberikan penilaian tertulis atas paparan yang disampaikan oleh temannya. Selanjutnya setelah selesai mengunjungi seluruh stan, mereka menuju stannya sendiri dan bergantian dengan dua temannya yang menjaga stan. Demikian mereka berputar dan bergantian,” ungkap Ibu Estu. 

Setelah semua informasi didapatkan oleh mahasiswa, mereka kemudian membuat rangkuman secara keseluruhan informasi apa saja yang telah mereka dapatkan selama menjadi tamu. Setiap mahasiswa mendapat tagihan dari dosen berupa laporan kunjungan dan mampu memahami konsep-konsep tentang tumbuhan.

Menurut Ibu Estu, model pembelajaran seperti ini lebih efektif dari sisi waktu dan suasana pembelajaran lebih menyenangkan karena berpusat pada mahasiswa. Penilaian mahasiswa dilihat dari empat aspek yakni: aspek produk yang di display, aspek informasi yang telah didapatkan, aspek proses pameran dan aspek sikap. 

Setelah menerapkan metode ini, ternyata menurut Ibu Estu mahasiswa lebih cepat menangkap dan memahami materi tentang tumbuhan. Sehingga biasanya untuk materi ini membutuhkan waktu pertemuan selama dua kali pertemuan, hanya dalam waktu satu kali pertemuan saja seluruh mahasiswa sudah memahami dan menyelesaikan materi tentang tumbuhan.

Kegiatan two stay two stray ini juga digunakan oleh Ibu Estu dalam perkuliahan yang lain, yakni tentang makanan dan kesehatan serta aneka hewan. Misalnya dalam materi tentang makanan dan kesehatan, dia meminta mahasiswa membuat menu makan pagi, makan siang, dan makan malam dengan menyusun gambar-gambar dan memajangnya. 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.