FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Libatkan Paguyuban Orangtua untuk Pantau Keberhasilan Belajar Siswa di MIN 1 Cilegon

MIN 1 Kota Cilegon, Banten

Libatkan Paguyuban Orangtua untuk Pantau Keberhasilan Belajar Siswa di MIN 1 Cilegon
Pertemuan paguyuban orangtua untuk membahas prestasi siswa.

Ibu Ernawati adalah salah seorang anggota paguyuban orangtua yang didirikan di tiap kelas di MIN 1 Kota Cilegon. Pagi itu, dia datang memenuhi undangan pertemuan paguyuban orangtua yang biasa diselenggarakan setiap dua bulan sekali. Selama dua jam, Ibu Erna dan sejumlah orangtua yang hadir tampak berdiskusi di aula pertemuan bersama guru wali kelas. Mereka mendiskusikan berbagai hal yang menyangkut hasil pembelajaran siswa di kelas dan solusi yang perlu dilakukan untuk mengatasi persoalan belajar di rumah. Masing-masing orangtua terlihat bersemangat membagikan pengalaman mereka di rumah saat mendampingi siswa belajar.

Ibu Erna berkata, “Secara khusus, wali kelas sudah mengetahui peta persoalan setiap siswa. Setiap persoalan yang dialami siswa harus dikomunikasikan kepada orangtuanya. Melalui pertemuan semacam ini, saya selaku orangtua diajak berpikir dan mencari solusi pembelajaran yang dihadapi anak-anak di rumah.”

Kebetulan topik pertemuan tersebut adalah mencari solusi bagi siswa yang tidak mampu memenuhi standar kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM dijadikan dasar patokan nilai terendah dalam penilaian peserta didik. Jika siswa mampu mendapatkan nilai di atas KKM maka dianggap telah berhasil menguasai kompetensi yang dipelajarinya. Sebaliknya jika ditemukan siswa dengan nilai di bawah KKM berarti perlu ada perbaikan. Perbaikan ini memerlukan peran serta orangtua agar siswa berhasil mencapai target.

Ibu Erna melanjutkan, “Diskusi antara wali kelas dengan wali murid seperti pertemuan tadi misalnya membicarakan tentang kegiatan belajar anak terutama anak yang mampu dan tidak mampu memenuhi KKM. Contohnya ada siswa yang berada di bawah KKM. Guru wali kelas bertanya apa sebab persoalan yang dihadapi siswa dan kemudian orangtua juga berpikir bagaimana caranya agar KKM-nya mencapai target misalnya mendampingi saat mengerjakan tugas.”

Selain Ibu Ernawati, Bapak Kasani  turut hadir dalam pertemuan paguyuban orangtua. Pak Kasani berpendapat bahwa pagayuban orangtua juga mendukung sarana belajar siswa di kelas. “Setiap bulan kami membayar iuran sebesar Rp. 10.000,- untuk membeli alat peraga belajar atau alat kebersihan seperti sapu dan pel. Penggunaan uang dilaporkan setiap pertemuan paguyuban orangtua. Notulen hasil pertemuan paguyuban orangtua ini dilaporkan saat pertemuan besar komite sekolah setiap enam bulan sekali,” kata Pak Kasani.

Sejalan dengan pendapat Pak Kasani, Bapak Suhardi yang saat itu menjabat kepala madrasah menuturkan bahwa paguyuban orangtua yang didirikan tiap kelas sangat berkontribusi dalam memberikan ide dan bantuan operasional bagi kemajuan madrasah. “Saya menyadari peran penting paguyuban orangtua tidak hanya untuk kepentingan kemajuan madrasah saja tetapi juga meringankan beban orangtua dalam mengevaluasi keberhasilan pembelajaran setiap siswa. Guru pun senang adanya paguyuban orangtua per kelas dapat meringankan beban mereka untuk meningkatkan keberhasilan pembelajaran siswa,” tambah Pak Suhardi.

Paguyuban orangtua dilaksanakan setiap dua bulan sekali dengan tujuan untuk berbagi pengalaman dan diskusi mengenai keberhasilan pembelajaran siswa di kelas. Di samping itu, setiap paguyuban melaporkan hasil pertemuan dalam rapat komite sekolah yang diselenggarakan setiap enam bulan sekali. Ada 54 orang yang menjadi perwakilan paguyuban orangtua dan memiliki hak suara dalam rapat komite sekolah seperti merancang, melaksanakan dan mengevaluasi program kerja. Seluruh program kerja yang disusun dimaksudkan bagi keberhasilan pembelajaran siswa di kelas. 
MIN Langon Cilegon yang telah berdiri sejak 1994 kini menampung 640 siswa dan 35 guru. MIN Langon Cilegon adalah salah satu sekolah mitra LPTK USAID PRIORITAS Banten. 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.