Daerah Mitra
FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Tim Menko Kesra Terkesan dengan Pembelajaran SMPN 1 Gedeg

Tim Menko Kesra Terkesan dengan Pembelajaran SMPN 1 Gedeg
Ibu Femmy saat melihat praktik pembelajaran IPA di lab IPA di SMPN 1 Gedeg Mojokerto (22/5).

Suasana Kelas VII C SMPN 1 Gedeg Kab. Mojokerto pagi itu riuh. Beberapa siswa berteriak sambil membawa spanduk dan mengenakan ikat kepala, “Turunkan Pak Lurah……copot Pak Lurah!”

Dr. Femmy Eka Kartika Putri, Asisten Deputi Urusan Pendidikan Dasar, PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) Jakarta yang saat itu berkunjung ke SMPN 1 Gedeg penasaran dengan riuhnya Kelas VII C (22/5).

Ibu Femmy saat menyaksikan sosio drama kelas VII-C tentang kebebasan berpendapat di SMPN 1 Gedeg Mojokerto (22/5).

Pagi itu, pelajaran IPS bertopik Kebebasan Berpendapat. Kelas VII C sedang melakukan sosio drama tentang hal tersebut. Ada yang berperan sebagai pak lurah, bu lurah dan masyarakat desa. “Skenarionya, masyarakat desa kurang simpatik dengan kesombongan bu lurah. Akhirnya seluruh masyarakat desa bersatu melakukan demo menuntut pak lurah mundur demi kebaikan bersama,” terang Ibu Sumarni, Guru IPS yang saat itu mengajar di Kelas VII C.

Ibu Femmy pun bersemangat mengikuti jalan cerita sosio drama tersebut hingga selesai. “Bagaimana kalau dramanya menggunakan bahasa Jawa pasti lebih menarik. Warisan budaya Indonesia, salah satunya bahasa, perlu juga dilestarikan. Kalian sebagai generasi penerus bangsa wajib melestarikannya,” ungkap Bu Femmy bersemangat. Sosio drama pun berlanjut dengan lebih menarik karena menggunakan Bahasa Jawa.

Ibu Femmy dan tim Kemenkokesra begitu terkesan dengan suasana lingkungan dan pembelajaran di SMPN 1 Gedeg Kab. Mojokerto, salah satu sekolah mitra USAID PRIORITAS.

Bapak Subeki, guru SMPN 1 Gedeg mengungkapkan bahwa cukup banyak perubahan yang terjadi di sekolahnya pasca pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh USAID PRIORITAS. “Awalnya memang terasa berat saat implementasi di kelas. Namun kami merasakan manfaatnya setelah beberapa kali mempraktikannya. Apalagi menyongsong pelaksanaan kurikulum 2013, konsep CTL yang dikembangkan oleh USAID PRIORITAS sangat membantu kami,” ungkapnya.

“Tujuan kami berkunjung ke SMPN 1 Gedeg ini adalah untuk melihat secara langsung sejauh mana Program USAID PRIORITAS dibutuhkan dan efektif dikembangkan oleh sekolah. Kami melihat SMPN 1 Gedeg ini luar biasa. Meski sekolah ini lokasinya berada di perdesaan, namun kualitas pembelajarannya tidak kalah dengan sekolah di perkotaan,” ungkap Ibu Femmy.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Bapak Abdi Rizal dari Kemenkokesra. “Suasana pembelajaran di sekolah ini mengingatkan saya pada pembelajaran di sekolah anak saya di Jakarta. Tapi sekolah ini banyak memiliki kelebihan. Sekolahnya asri dan teduh, lingkungan belajar nyaman dan kondusif. Sekolah seperti ini jarang ditemukan di kota,” terangnya.

Bapak Sumarsono Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Umum Dinas Pendidikan Kab Mojokerto mengungkapkan, untuk tahun anggaran 2014-2015, pihaknya telah menganggarkan dana sebanyak Rp 250.000.000 untuk diseminasi Program USAID PRIORITAS di wilayah non mitra. “Keputusan ini diambil setelah melihat efektivitas dan dampak positif dari Program USAID PRIORITAS di Kab. Mojokerto,” terangnya.

Berkunjung ke UIN Sunan Ampel

Ibu Femmy (kiri) saat berdialog dengan Rektor UIN, Prof. Dr. Abd Ala (tengah) dan Ibu Mimy Santika (kanan) dari USAID Indonesia di UIN Sunan Ampel Surabaya (21/5).

Usai berkunjung ke SMPN 1 Gedeg, rombongan Tim Kemenkokesra bertemu dengan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Abd A'la, M. Ag.

Dalam sambutannya Bapak A’la mengungkapkan, pelatihan untuk sekolah lab mitra UIN Sunan Ampel sangat membantu mahasiswa yang akan melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

“Para guru sekolah lab yang telah dilatih oleh USAID PRIORITAS tentunya akan menularkan ilmunya kepada mahasiswa UIN Sunan Ampel yang sedang melakukan PPL di sekolah lab. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menghasilkan lulusan UIN Sunan Ampel yang lebih berkualitas,” ungkapnya.

Selain itu, sumber daya dosen yang telah dilatih oleh USAID PRIORITAS saat ini dijadikan dalam tim inti pembangunan Madrasah Aliyah Unggulan (MAU) sebagai laboratorium Fakultas Ilmu Tarbiyah Kependidikan (FITK) UIN Sunan Ampel Surabaya. “Harapan kami, USAID PRIORITAS dapat terus membimbing kami dalam pembangunan sekolah ini,” terangnya.

Sehari sebelumnya (21/5), Tim Kemenkokesra juga mengunjungi Pelatihan Pelatih Tingkat Provinsi Praktik yang Baik di SMP/MTS untuk Modul 2 di Malang. Mereka sempat berdialog dengan peserta pelatihan yang merupakan Fasilitator Daerah (Fasda) dari 5 kabupaten dan LPTK mitra. Bapak Dr. Erman, M. Pd Dosen UNESA yang ditanya tentang manfaat pelatihan USAID PRIORITAS bagi dirinya mengungkapkan bahwa pelatihan yang dikembangkan oleh USAID PRIORITAS bukanlah sesuatu yang baru. Namun dengan pelatihan seperti ini, Pak Erman mengungkapkan dirinya mendapatkan banyak masukan dan sharing pengalaman langsung dari para guru di lapangan. “Pengalaman-pengalaman ini menjadi modal bagi saya untuk menyiapkan para mahasiswa saya nantinya saat mereka menjadi guru,” katanya.

Dengan adanya pernyataan tersebut, Ibu Femmy yakin bahwa pelatihan yang dikembangkan oleh USAID PRIORITAS selain memberi manfaat untuk pendidik, juga memberikan kontribusi yang besar bagi para dosen LPTK mitra. (Dkd)


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.