FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Kerja Sama Guru dan Orang Tua untuk Perkembangan ABK

Kerja Sama Guru dan Orang Tua untuk Perkembangan ABK
Hayati Nufus sedang membimbing Bintang di luar jam pelajaran.

PANDEGLANG, BANTEN - “Sebetulnya hari ini sekolah libur karena ada rapat sekolah dengan pengurus yayasan. Hanya hari ini saya terlanjur janji memberi les kepada Bintang sehingga saya datang lebih awal untuk membimbing Bintang sebelum rapat,” kata Hayati Nufus SPdI, guru kelas I SD IT Al Khaerunas.

Bintang merupakan salah seorang siswa berkebutuhan khusus (ABK) yang duduk di kelas I. Menurut Hayati, saat ini ada dua siswa ABK, yaitu Bintang dan Rivaldo. Keduanya siswa kelas I namun berbeda ruang kelas. Bintang masih belum lancar bicara, sulit membedakan warna dan hanya ada 3 warna yang dia kenal, yaitu merah, kuning, dan hijau. Bintang juga belum hafal angka 1 sampai 10, atau menuliskan abjad.

“Memang tidak mudah mendidik ABK. Namun ini sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai guru untuk membimbing mereka,” tukasnya saat ditanya kesulitannya membimbing ABK.

Hayati menyampaikan beberapa upaya yang dilakukan agar siswa ABK tidak tertinggal jauh dari teman-temannya, di antaranya:

  1. Memberikan tambahan pelajaran di luar jam pelajaran misalnya siang hari setelah jam belajar berakhir atau pada hari libur.
  2. Menyediakan buku-buku yang sesuai dengan kemampuan Bintang karena buku-buku yang disediakan sekolah untuk temantemannya di kelas I tidak cocok untuk Bintang.
  3. Bekerja sama dengan orang tua untuk mengkomunikasikan perkembangan anak secara periodik dan mendiskusikan alternatif-alternatif yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan belajar anaknya
  4. Hasil konsultasi orang tua dengan psikolog diinformasikan kepada guru.
  5. Melibatkan teman-teman satu kelas untuk membantu kesulitan ABK dalam proses pembelajaran maupun ketika bermain pada jam istirahat.
  6. Guru perlu ekstra sabar dan memberikan perhatian lebih saat proses pembelajaran berlangsung karena di SD IT Al Khaerunas belum ada guru pembimbing khusus (GPK).

“Bintang sebetulnya memiliki kemampuan yang baik hanya terlambat perkembangannya sehingga harus terus didorong dan sekolah umum ini merupakan pilihan yang tepat,” kata Hayati. Sekarang Bintang sudah bisa diajak komunikasi oleh guru dan teman-temannya. Perkembangan ini sangat menggembirakan kami, terlebih orang tuanya.“Kerjasama yang baik dengan orang tua dapat mempercepat proses perkembangan ABK,” kata Hayati lagi. (Wsa)


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.