FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Bentuk Pembelajaran Berkelompok Siswa ABK dan Non-ABK

SDN Lemahputro 1, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

Bentuk Pembelajaran Berkelompok Siswa ABK dan Non-ABK
SDN Lemahputro I memamerkan pelaksanaan pembelajaran inklusif di sekolahnya.

AWALNYA pelaksanaan pendidikan inklusif di SDN Lemahputro 1 berjalan tidak terlalu mulus. Ada beberapa guru yang merespon kurang baik karena khawatir orang tua murid menolak anaknya yang “normal” terpengaruh jika bergaul dengan anak berkebutuhan khusus (ABK). Hal itu sempat terbukti dengan menurunnya pendaftar siswa baru sampai 50%.

Kejadian tersebut tidak menurunkan semangat Ibu Nanik, kepala sekolah, untuk terus berjuang memahamkan kepada warga sekolah dan masyarakat. Menurutnya, sekolah juga memiliki kewajiban mendidik dan mempersiapkan ABK untuk dapat hidup mandiri. Walaupun mendapat tantangan, dia tetap berkomitmen mengembangkan pendidikan inklusif di sekolahnya. Para guru dikirim mengikuti pelatihan dan sosisalisasi tentang pendidikan inklusif.

Usahanya kini telah membuahkan hasil. Warga sekolah dan masyarakat memahami alasan sekolah harus menerima siswa ABK. Sekolah kini sudah memiliki 32 murid ABK dengan beberapa jenis kebutuhan khusus, seperti IQ di bawah rata-rata, hidrosefalus, lemah pendengaran, ketakutan terhadap air, dan tuna daksa. Untuk membantu proses pembelajaran ABK, sekolah melengkapinya dengan dukungan dua GPK dan lima guru kelas yang sudah dilatih pembelajaran untuk  ABK.

Siswa ABK dan non-ABK olahraga bersama di halaman sekolah.

Pembelajaran di kelas menerapkan sistem berkelompok. Satu kelompok terdiri dari 6 – 7 siswa termasuk di dalamnya seorang siswa ABK. Pada saat tertentu, ABK dibuat dalam satu kelompok. Tujuannya untuk mengefektifkan proses pendampingan dari guru pendamping khusus (GPK) karena ada satu kelas yang memiliki ABK lebih dari satu siswa.

Kolaborasi ABK dengan non-ABK dalam pembelajaran membuat mereka juga berhasil mengukir prestasi. Prestasi terbaru, mereka berhasil juara dua tingkat kabupaten dalam lomba samroh yang dilakukan siswa ABK dan non-ABK. SDN Lemahputro 1 sekarang juga lebih diminati masyarakat untuk menyekolahkan anaknya. 
SDN 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.