FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Sikap Guru Tentukan Kenyamanan ABK dalam Belajar

MIN Lumban Gurning Porsea, Tobasa, Sumatera Utara

Sikap Guru Tentukan Kenyamanan ABK dalam Belajar
Dengan membuat siswa ABK nyaman belajar, mereka menjadi lebih mudah mengikuti proses pembelajaran.

MIN Lumban Gurning Porsea bukan sekolah penyelenggara pendidikan inklusif. namun sudah sekolah ini sudah menerima siswa ABK karena tanggung jawab moril dan keyakinan warga sekolah bahwa anak itu amanah Tuhan sehingga mereka juga harus dididik dengan baik. Hampir di setiap kelas, ada siswa yang lambat menangkap pelajaran, dan ada yang tidak bisa membaca atau menulis meskipun sudah di kelas tinggi.

Rizki siswa kelas 1 adalah salah seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah ini. Permasalahan yang dialami ABK antara lain sulit berbicara, pelafalan tidak jelas, bisa menulis jika ada contoh, dan tidak bisa membaca kalimat.

Guru menyadari bahwa setiap siswa memiliki kekurangan dan kelebihan. Ketika guru sudah mene
mukan hal tersebut, maka menjadi dasar dalam menentukan strategi pembelajaran. Hal itu yang membuat siswa ABK dapat belajar dengan nyaman. Rizki, jika bosan dengan pelajaran yang sedang berlangsung dia akan asyik menggambar apa saja yang sedang terlintas di pikirannya termasuk menggambar wajah gurunya yang sedang mengajar.

Rizki beruntung memiliki ibu guru yang baik dan memahami kebiasaannya. “Yang penting Rizki tetap nyaman berada di dalam kelas dan tidak mengganggu teman-temannya sehingga saya membiarkan Rizki menggambar sendiri karena dengan menggambar dia merasa senang dan tetap nyaman mengikuti proses belajar di kelas,” kata Ibu Habibah guru kelas Rizki.

Bila Rizki mengalami kesulitan, Ibu Habibah juga menugaskan beberapa teman sekelas Rizki untuk membantu dalam pembelajaran. Hal itu membuat Rizki semakin dekat dengan teman-temannya.  

Dalam mengajar di kelas 1, Ibu Habibah ditemani seorang guru honor (team teaching) yang akan membantunya ketika Rizki atau ABK yang lain mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Guru kelas tetap bisa menyampaikan materi pelajaran dengan baik karena ada guru lain yang membantu ABK. Guru honor tersebut sebenarnya sudah berperan sebagai guru pembimbing khusus meskipun tidak menyadarinya. 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.