FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Kolaborasi Guru Kelas dan Guru Pendamping Khusus

SDN Sukajaya, Pidie, Aceh

Kolaborasi Guru Kelas dan Guru Pendamping Khusus
Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, SDN Sukajaya Pidie membuat program team teaching antara guru kelas dan guru pendamping khusus.

SDN Sukajaya merupakan salah satu sekolah penyelenggara pendidikan inklusif di kabupaten Pidie. Setiap tahun sekolah mendapat bantuan dana operasional melalui proposal yang diajukan oleh pihak sekolah. “Dana operasional tersebut kami gunakan untuk beasiswa ABK, insentif guru pendamping khusus (GPK), pelatihan guru, ATK, dan alat bantu pembelajaran ABK,” ungkap Ibu Nidawati, kepala SDN Sukajaya. Komite sekolah juga sangat peduli dan mendukung sekolah sebagai penyelenggara pendidikan inklusif. Setiap hari ada pengurus komite sekolah yang datang untuk membantu di sekolah. Ketua komitenya seorang camat dan aktif memberikan dukungannya.

Sekolah ini mempunyai ABK sebanyak 42 siswa (12 siswa perempuan,30 siswa lak-laki). Yang mengalami low vision (1 siswa), tuna rungu (1 siswa), tuna grahita (36 siswa), tuna daksa (1 siswa), dan tuna ganda (4 siswa). Guru kelas dan GPK bekerja sama untuk memberikan layanan pembelajaran pada ABK. Pada saat pembelajaran, guru kelas yang memandu jalannya proses pembelajaran untuk semua siswa, sementara GPK mendampingi khusus siswa ABK agar dapat mengikuti proses pembelajaran. Pada saat kegiatan belajar kelompok, siswa ABK dan non-ABK digabung menjadi satu untuk saling berinteraksi. Terkadang siswa ABK juga dikelompokkan menjadi satu agar lebih mudah dalam mendampinginya.

Sekolah ini memiliki tiga GPK. Semuanya sudah mendapatkan pelatihan mengajar untuk ABK tuna rungu, tuna netra dan tuna grahita. Bahkan ada dua guru yang juga sudah di sekolahkan di Universitas Pendidikan Bandung untuk belajar tentang pendidikan inklusif. Guru-guru yang sudah terlatih tersebut melayani pembelajaran ABK sesuai dengan kebutuhannya.

Reza, ABK dengan tuna grahita. Kebiasaannya senang menyimpan makanan di dalam laci mejanya yang akan dimakan sedikit demi sedikit sambil mengikuti pelajaran di kelas. Menurut Dahniar SPd, salah seorang GPK, makanan tersebut menjadi penyemangat bagi Reza. ”Guru kelas dan GPK membiarkan saja kebiasaan Reza mengikuti proses belajar sambil makan yang penting dia bisa belajar dengan menyenangkan,” tukasnya.

Ibu Dahniar guru pendamping khusus (GPK) sedang mendampingi Fauzan, ABK dengan tuna grahita, belajar menulis dan membaca.

Ada juga  Fauzan, siswa ABK tuna grahita yang suka sekali pidato. Sekolah memfasilitasi dengan menyediakan peralatan dan apabila mogok belajar, maka guru akan mengajaknya ke kantor atau ke ruang sumber untuk pidato/ceramah yang bisa didengar oleh teman-temannya. Setelah pidato selesai dan mendapat tepuk tangan dari guru, Fauzan akan berjalan kembali ke kelas dan pasti dia akan mudah dibimbing untuk belajar.

Kebiasaan yang dipraktikkan oleh GPK adalah mengumpulkan beberapa ABK yang mengalami kesulitan dalam belajar untuk dibimbing khusus mengejar ketertinggalannya sambil menunggu orang tua mereka menjemputnya. GPK juga membangun komunikasi dengan orang tua ABK untuk mengetahui perkembangan anak dan mendiskusikan permasalahan anak terkait pendidikannya dengan orang tua.

Ibu Nur Idawati, orangtua Fauzan mengakui anaknya sudah mengalami kemajuan pesat setelah masuk SDN Sukajaya. “Biasanya anak-anak ABK tidak sekolah. Tapi saya sekolahkan anak saya dengan Ibu Guru Raudhah dan Ibu Guru Ainun, mereka pandai mengajar. Sekarang anak saya pandai berbicara dibanding dulu,” kata Ibu Nur.

 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.