FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Cara Asyik Belajar Konsep Energi Gerak dengan Pesawat Kertas

Oleh Hani Purwanti Guru Kelas IV A SD Ngoto

Cara Asyik Belajar Konsep Energi Gerak dengan Pesawat Kertas
Para siswa sedang membuat pesawat kertas didampingi guru.

BANTUL, YOGYAKARTA – Mainan pesawat berbahan kertas yang biasanya hanya dibuat bermain-main digunakan dalam pembelajaran siswa kelas IV A SD Ngoto. Mereka pagi itu belajar tentang konsep 'perubahan gerak akibat pengaruh udara'.

Gurunya, Hani Purwanti, memulai pembelajaran dengan menjelaskan tentang perubahan gerak akibat pengaruh udara. Dia bertanya kepada siswanya, ”Apakah kamu pernah membuat pesawat mainan dari kertas? Bagaimana supaya pesawat kertas dapat terbang dengan baik?”

Ariel Fernando, siswa yang duduk di depan guru langsung mengangkat tangannya. “Saya pernah Bu, banyak yang sudah saya buat.  Ada yang bisa terbang, ada yang tidak bisa terbang. Tergantung modelnya, apalagi sayapnya Bu,” jawab Ariel.

Bersiap menerbangkan pesawat kertas.

Mendengar jawaban Ariel, Ibu Hani tesenyum dan memberikan apresiasi kepada Ariel.  “Menarik bukan? Dengan bentuk berbeda, pesawat ada yang terbang dengan baik namun ada yang kurang 
baik. Itu yang akan kita pelajari hari ini. Kenapa bisa terjadi demikian? Kita akan melakukan percobaan untuk menjawab pertanyaan, bagaimana agar pesawat kertas dapat terbang dengan baik?,” katanya sambil membagikan lembar kerja kepada siswa dan 3 buah kertas A4.

Setelah membagikan lembar kerja dan kertas HVS kosong, guru mengajak siswa ke depan kelas. Kemudian menunjukkan contoh sebuah pesawat kertas dan menerbangkannya. Siswa terlihat mengamati dengan teliti. Siswa secara mandiri kemudian mencoba membuat model pesawat kertas sesuai kreasinya.

Attar, salah satu ketua kelompok mencoba menerbangkan pesawat kertas pertama hasil karya bersama teman-temannya. Ternyata hasilnya kurang bagus. Kemudian dia mengubah model pesawat kertasnya pada percobaan kedua dan ketiga. Siswa mengamati apakah pesawat keras buatannya sudah sesuai dan dapat terbang dengan baik, jika belum sempurna siswa diminta menemukan apa penyebabnya.

Hasil laporan siswa setelah mencoba menerbangkan tiga pesawat kertas yang berbeda.

Siswa juga mengamati pesawat kertas mana yang hasilnya paling bagus. Siswa membuat laporan hasil kerjanya secara individu dan memandu serta menjelaskan kepada siswa format penulisan laporan. Satu laporan terbaik dipilih guru kemudian siswa yang bersangkutan diminta membacakan di depan kelas dan siswa lain menanggapi.

“Pesawat saya ada yang terbang berbalik dan ada yang menukik lalu jatuh. Tapi ada yang terbang dengan mulus. Saya belajar tentang cara pergerakan pesawat dengan model besar kecilnya. Saya juga tahu semakin sempit sayap pesawat maka jarak jatuh pesawat kertas semakin pendek. Padahal awalnya saya pikir semakin lebar permukaan pesawat kertas maka jarak jatuhnya akan semakin pendek,” kata Alifian salah seorang siswa dalam presentasinya. 

Lembar kerja siswa yang dibuat guru untuk memandu siswa melakukan percobaan.


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.