Peta Pengunjung
widgets


Pembelajaran di Kelas Awal: Ini Gambar Apa, yang Mana Namanya dan Berapa Jumlah Hurufnya?
Syakira, murid kelas 1 SDN 166 Mattirobulu, Kab. Pinrang, sedang mengerjakan tugas individu mendeskripsikan gambar, belajar membaca dan mengoperasikan penjumlahan

USAID PRIORITAS - Sulawesi Selatan. “Ini gambar kursi. Ini namanya, ada lima hurufnya,”jawab Syakira dengan semangat sambil menunjukkan gambar dan nama gambar kepada teman-temannya. Syakira bersama 27 orang temannya murid kelas I SDN 166 Mattirobulu Pinrang di pagi itu, 22 Mei, belajar membaca dan menjumlahkan bilangan. Judul di atas adalah pertanyaan yang dilontarkan Hajrah Jafar, guru kelas I SD mitra USAID PRIOIRITAS itu untuk mengukur dengan sederhana kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik murid-muridnya. Melalui pembelajaran integratif Bahasa Indonesia dan Matematika dalam tema Lingkungan Sekitar, ia mengembangkan Kompetensi Dasar Matematika (4.4): Melakukan penjumlahan dan pengurangan dua angka serta Bahasa Indonesia (5.1): Mengulang deskripsi tentang benda-benda di sekitar. 

Hajrah Jafar mengelola waktu pembelajaran 2x30 menit secara efektif dengan mengembangkan model pembelajaran Kooperatif tipe Bermain dan Berlomba dalam Tim (Teams Games Tournament). Ia memilih model itu untuk membuat muridnya fokus, aktif, dan gembira selama belajar. Dirinya membagi muridnya ke dalam empat kelompok untuk mengerjakan tugas kelompok yang ditindaklanjuti dengan tugas individu yakni, bermain dan berlomba antarkelompok mengambil gambar beserta namanya sebanyak-banyaknya dari dalam kotak yang terpisah, lalu menjodohkannya dengan menempelkan secara berpasangan (gambar-nama) di papan planel. Tugas kelompok berikutnya, meliputi: 

  1. Mengamati dan menilai hasil kerja kelompok lain dengan menghitung berapa banyak gambar dan namanya yang dijodohkan dengan benar maupun yang salah. Nilai 1 diberikan untuk setiap penjodohan yang benar dan minus 1 untuk setiap yang salah; 
  2. Mengamati dan menilai kerapian dan keindahan cara menempelkannya; 
  3. Menjumlahkan dan mengurangkan skor setiap kelompok; dan 
  4. Secara partisipatif menentukan juara atau pemenang lomba. Tugas individu anak adalah presentasi di depan kelas dengan menunjukkan gambar, mendeskripsikannya secara sederhana sesuai kemampuannya, membaca nama gambar, dan menghitung jumlah huruf dari nama gambar.        

Selama pembelajaran berlangsung, suasana kelas begitu dinamis dan semangat. Murid-murid berkomunikasi aktif baik sesama anggota maupun antarkelompok. Riuh yel-yel “Ayo,ayo,ayo..Tempel..tempel..”oleh kelompok supporter menyatu dengan teriakan kritik polos, saling mengoreksi karena salah menjodohkan, salah baca, salah menjumlahkan dan tidak rapi menempel. Suasana itu membuat Hajrah yang dibantu Ibu Nurjannah semakin cermat memfasilitasi. Dirinya harus menginterupsi, mendiamkan sambil mengajak bernyanyi, lalu menguatkan indikator tujuan yang akan dicapai.      

Indikator tujuan pembelajaran di ranah kognitif, afektif dan psikomotorik yang ditetapkan terbukti dicapai murid di akhir pembelajaran. Untuk mapel Matematika tujuan pembelajaran yang tercapai  meliputi: menunjukkan cara yang benar serta menjumlahkan dua bilangan; menunjukkan kesungguhan bekerja sama dalam kelompok; menjumlahkan skor yang dikumpulkan. Untuk mapel Bahasa Indonesia adalah membaca nama gambar/benda yang dijodohkan; mengidentifikasi gambar yang dideskripsikan oleh guru; menerima koreksi bacaan nama gambar yang salah; membaca dengan benar; dan memasangkan nama benda sesuai dengan gambarnya.    

“Pada setiap bagian dari proses pembelajaran, khususnya pada bagian yang bersinggungan dengan materi yang saya sajikan secara tematik,  saya selalu mengingatkan murid-muridku makna yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran,”ujar Hajrah. Dirinya juga membiasakan murid-muridnya sifat dan prilaku positif seperti sifat tertib dan disiplin ia biasakan pada saat mengatur barisan muridnya sebelum masuk kelas. Untuk menanamkan perilaku hidup sehat, di pintu ruang kelas dirinya lanjut memeriksa kebersihan tangan, kuku dan pakaian muridnya. Ia lalu meminta setiap muridnya membaca kata yang dituliskan di kertas metaplan sebelum melangkah ke bangku dan mejanya masing-masing. Kata Hajrah, itu dimaksudkan agar mereka rajin membaca kata yang dilihat sehingga cepat pintar membaca. Untuk membentuk prilaku hidup hemat, ia mengabsen kehadiran sekaligus memanggil muridnya untuk menyetor tabungan hariannya yang disisikan dari uang jajannya. 

comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.