FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Kolaborasikan Pembelajaran Aktif dan Literasi Sains

Kolaborasikan Pembelajaran Aktif dan Literasi Sains
Siswa melakukan percobaan membuktikan hukum Archimedes dengan membuat plastisin menjadi perahu dan diberi beban dengan kelereng.

LUMAJANG, JAWA TIMUR – Rr Suindah Wijayanti SPd MM, guru IPA SMPN 4 Lumajang berkomitmen menerapkan pembelajaran aktif. “Membuat siswa belajar dengan aktif saya upayakan dilakukan setiap hari. Saya juga sering dibantu oleh paguyuban maupun siswa  untuk memenuhi kebutuhan alat dan bahan dalam pembelajaran,” ungkapnya.

Misalnya, saat belajar tentang kelistrikan, siswa kelas VIII diajak menemukan kegiatan pencurian listrik yang tanpa sengaja dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. “Saya mengaitkan pembelajaran IPA dengan konteks kehidupan sehari-hari agar lebih bermakna. Kegiatan pembelajaran juga saya kolaborasikan dengan literasi sains sehingga sejalan dengan gerakan budaya baca yang diselenggarakan sekolah,” ungkapnya. Pada pertemuan sebelumnya, setiap kelompok diminta mencatat pemakaian peralatan listrik di rumah mereka secara umum seperti kulkas, penanak nasi, mesin cuci, lampu, dan charge ponsel. Mereka juga diminta mencatat berapa jam pemakaian alat-alat tersebut setiap harinya.

Diawali dengan menyajikan artikel koran yang membahas tentang pencurian listrik dan setiap kelompok membawa nota pembayaran listrik. Mereka diminta mengamati dan menjelaskan, apakah ada hubungan pencurian listrik dengan pembayaran listrik setiap bulan.

Pembelajaran dilanjutkan dengan menyajikan gambar meteran listrik yang mengundang siswa untuk mengajukan pertanyaan terkait permasalahan pada meteran dan rekening listrik tersebut. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain mengapa setiap rumah harus memiliki meteran listrik? Apa sajakah yang tertera pada meteran listrik? Apakah sesuai penggunaan listrik dengan biaya yang tertera pada rekening listrik? Para siswa kemudian merancang kegiatan tersebut dalam beberapa langkah, yaitu:

(1) membaca daya listrik yang digunakan pada alat-alat listrik di rumah,
(2) menentukan harga per kWh rekening listrik,
(3) memasukkan data pengamatan yang terdiri dari nama alat-alat listrik, daya yang digunakan pada alat-alat listrik, dan waktu pemakaian alat-alat listrik dalam satu hari,
(4) setelah data dikumpulkan dan harga per kwh dapat ditentukan, menghitung biaya yang harus dibayarkan dalam satu bulan, (W= P watt x t jam x 30 hari x harga per kwh Rp ... ,-)
(5) dilanjutkan mengolah data hasil kegiatan dengan membandingkan hasil perhitungan rekening listrik yang di bayar dengan biaya sesungguhnya.

Laporan siswa menghitung biaya selisih rekening listrik.

Siswa juga diminta mencari informasi sebagai pendukung hasil percobaan dari buku, internet dan narasumber petugas PLN yang didatangkan sebagai rujukan untuk menanyakan atau mengkonfirmasi masalah tersebut. Ternyata dari hasil perhitu-ngan siswa tentang pemakaian listrik di rumah masing-masing, sebagian besar pemakaian listrik jauh lebih besar dari pembayaran. “Saya menemukan selisih pembayaran listrik sebesar dua puluh enam ribu,” kata Irma, siswa kelas VIII. Bahkan ada siswa yang menemukan selisih lebih dari Rp 200.000 dari yang harus dibayar.

Siswa lalu ditugaskan untuk menanyakan kepada petugas PLN terdekat mengenai hasil temuan siswa. Ternyata selisih perhitungan tersebut karena ada subsidi dari pemerintah, tetapi ada juga beberapa siswa yang mengakui karena di rumahnya melakukan pencurian listrik. Guru lalu memberikan siswa bahan bacaan tentang dampak pencurian listrik dan subsidi listrik dari pemerintah yang sangat besar. Dengan bacaan tersebut siswa diminta untuk merumuskan penyebab, dampak, dan solusinya untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Implementasi Hukum Archimides

Kegiatan pembelajaran IPA lainnya menarik diajarkan oleh Roro adalah penerapan hukum Archimides. Ia mengajak siswa melihat fenomena banyaknya kapal yang tenggelam. Dengan menggunakan mainan plastisin sebagai kapalnya dan kelereng sebagai penumpang, guru meminta siswa membuktikan dan memecahkan permasalahan adakah hubungan antara volume kapal dan gaya apung pada hukum Archimedes.

Kegiatan diawali dengan tugas siswa yang diminta mencari informasi di koran, internet, atau perpustakaan terkait kejadian tenggelamnya kapal. Dari informasi yang didapatkan oleh siswa, kemudian siswa diminta membuat pertanyaan tingkat tinggi, misalnya: Apakah semakin banyak penumpang menyebabkan kapal tenggelam? Apakah yang menyebabkan kapal tenggelam? Berapa seharusnya berat beban penumpang agar kapal tidak tenggelam?

Langkah lanjutan adalah siswa mulai membuat kapal dengan plastisin. Sebelum dibuat kapal, plastisin ditimbang dulu, lalu dimasukkan ke dalam ember berisi air.  Awal mula plastisin berbentuk kapal tersebut tenggelam karena terlalu berat. Siswa kemudian mengurangi berat plastisin, begitu seterusnya hingga plastisin tersebut bisa mengapung. Selanjutnya di atas plastisin yang berbentuk kapal tadi diletakkan kelereng satu persatu hingga kapal dalam kondisi mengapung, melayang, hingga tenggelam.

Banyaknya kelereng tadi kemudian dicatat oleh siswa mulai kondisi mengapung, melayang, hingga tenggelam. Dari kegiatan tersebut, siswa berhasil melakukan pengujian hukum Archimides bahwa makin kecil berat benda (pengurangan plastisin), makin kecil pula tekanan benda tersebut terhadap air, sehingga kapal plastisin tersebut menjadi terapung. Ketika 'kapal' tersebut ditambahi kelereng (analog bertambah penumpang), maka tekanan kapal terhadap air bertambah pula sehingga lama-lama tenggelam. (DKd)


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.