FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Menjadi Madrasah Rujukan

Oleh Ruba Nurzaman dan Didin Ridwan Wakil Kepala MTs Al Mukhtariyah

Menjadi Madrasah Rujukan
Siswa MTs Al-Mukhtariyah mengajak pejabat dari Kemenag melakukan percobaan pengaruh penutupan tanah dengan tumbuhan terhadap volume air yang dikeluarkan saat mendapatkan air. Para siswa tersebut mempraktikkan di sekolahnya pada acara Konferensi Praktik Terbaik Program Kerja Sama Peningkatan Mutu Madrasah di Jakarta., Oktober 2016 lalu.

BANDUNG BARAT, JAWA BARAT – Sampai awal tahun 2013, MTs Al-Mukhtariyah masih menerapkan pembelajaran konvensional dengan siswa duduk berbanjar dan guru lebih banyak berceramah monoton. Kondisi perpustakaan juga masih jauh dari standar kelayakan. Lingkungan madrasah cenderung tidak mendukung iklim akademik dan kenyamanan belajar.

Spirit perubahan kemudian menyeruak di tengah madrasah tatkala USAID PRIORITAS hadir dengan sejumlah paket pelatihan. Para guru mendapat pelatihan pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL). Selepas pelatihan, mereka menikmati masa-masa pendampingan oleh fasilitator daerah (fasda) guna mempraktikkan hasil pelatihan, mengevaluasi, dan mencobanya kembali secara berkesinambungan. Pada saat yang sama, kepala madrasah, guru, dan komite madrasah berkesempatan mengikuti pelatihan manajemen berbasis sekolah (MBS) yang juga ditindaklanjuti dengan pendampingan.

Kepala madrasah langsung menerapkan hasil pelatihan. Dibentuklah tim pengembang madrasah dan tim pengembang budaya baca yang merupakan gabungan dari pihak manajemen, perwakilan guru, staf tata usaha, dan komite madrasah. Tanpa hendak buang waktu, tim ini segera menyusun program, segera pula disosialisasikan, dan diimplementasikan.

Guru-guru yang belum mengikuti pelatihan USAID PRIORITAS, diwajibkan untuk mengamati proses pembelajaran guru yang sudah dilatih untuk mendapat gambaran implementasi pembelajaran aktif. Para guru ini lalu dilatih dalam program diseminasi mandiri madrasah, dan mempraktikkannya di kelas, serta didampingi oleh guru yang sudah dilatih lebih awal.  

Alhasil, kini semua guru MTs Al-Mukhtariyah sudah mengikuti pelatihan dan mampu menerapkan pembelajaran aktif, seperti memfasilitasi siswa belajar secara kooperatif, menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan menghasilkan karya dalam pembelajaran.

Perubahan penting telah terjadi. Para siswa madrasah tampak menikmati proses pembelajaran yang menantang sekaligus menyenangkan. Lingkungan madrasah menjadi sumber belajar aktif yang sangat produktif. Siswa belajar bahasa Inggris secara terpadu dengan praktik percobaan sains. Mereka belajar bahasa Siswa MTs Al-Mukhtariyah mengajak pejabat dari Kemenag melakukan percobaan pengaruh penutupan tanah dengan tumbuhan terhadap volume air yang dikeluarkan saat mendapatkan air. Para siswa tersebut mempraktikkan di sekolahnya pada acara Konferensi Praktik Terbaik Program Kerja Sama Peningkatan Mutu Madrasah di Jakarta, Oktober 2016 lalu.  
Indonesia di alam terbuka sembari mencari inspirasi merangkai karya sastra. Mereka juga menemui dan mewawancarai pihak-pihak yang kompeten dalam rangka belajar IPS dan mata pelajaran lain. Pembelajaran aktif ini juga diterapkan pada mapel keagamaan.

Para guru juga sudah terampil membuat lembar kerja bermuatan pertanyaan tingkat tinggi dan berbasis proyek yang merangsang kreativitas siswa. Diskusi kelompok dan presentasi sudah menjadi pengalaman siswa keseharian. Halaman madrasah dimanfaatkan guru untuk siswa belajar sambil bermain. Bahkan lorong-lorong sekolah dimanfaatkan guru untuk proses belajar yang mengasyikkan bagi para siswa.

Hasil karya siswa dipajang di setiap ruang kelas sehingga siswa merasa bangga, meneguhkan atmosfer akademik dan siswa mendapat sumber belajar baru dari pajangan. Karya-karya siswa itupun dihimpun pada sebuah galeri madrasah dan pernah dipamerkan pada showcase tingkat kabupaten, pameran tingkat provinsi, dan unjuk karya tingkat nasional di Kemendikbud.

Kepala madrasah memberikan dukungan penuh terhadap semua kebutuhan proses pembelajaran mulai dari ATK, sarana, penataan ruang kelas dengan segala perabotannya. Segala kebutuhan pembelajaran dibahas pada tingkat perencanaan sekaligus dibahas kebutuhan anggarannya antara manajemen, guru, dan komite madrasah.

Kemitraan dengan berbagai pihak luar madrasah juga dirajut agar kualitas madrasah terus mengalami peningkatan. Kemitraan dengan PT Indonesia Power, TISERA, ormas Islam, dokter Korea, dan masjid besar Rajamandala merupakan beberapa contoh kemitraan yang sudah dibangun. Kini guru dan siswa kerap memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang pembelajaran juga.

Perpustakaan kini ditata lebih apik, koleksinya lebih bervariasi, rutin diperbarui, dan dilengkapi dengan sistem layanan digital. Siswa menerbitkan majalah dinding yang terbit cukup disiplin dan mereka membentuk kelompok gemar membaca yang disebut reading club. Sudut baca menjadi bagian niscaya pada setiap ruang kelas sebagaimana setiap bidang tembok, koridor, dan lorong juga dihiasi dengan rak-rak buku yang bisa diakses warga madrasah setiap saat.

Untuk pembiasaan membaca, Al-Mukhtariyah juga menjadwal kegiatan membaca massal dan membaca senyap yang digelar di halaman madrasah. Budaya baca ini telah melahirkan sejumlah karya siswa. Terlahirlah karya siswa dalam bentuk artikel hasil reviu buku menggunakan Ishikawa fishbone, reading diary, kumpulan cerpen, dan buku yang diterbitkan secara digital. Guru-guru pun telah menorehkan karyanya berupa buku yang diterbitkan dalam bentuk cetak dan digital. (Ds)


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.