FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Dekatkan Mahasiswa dengan Sekolah dan Buat Program Literasi

Dekatkan Mahasiswa dengan Sekolah dan Buat Program Literasi
Perkuliahan di UINSA kini sudah lebih banyak dilakukan dengan pendekatan pembelajaran aktif. Mahasiswa juga didekatkan dengan madrasah sejak awal.

SURABAYA, JAWA TIMUR – Jurusan PGMI UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), pada tahun 2016 telah memulai program mendekatkan mahasiswa dengan sekolah sejak semester awal. Beberapa mata kuliah bahkan mewajibkan mahasiswa melakukan kegiatan di sekolah. Kegiatannya, mulai hanya melakukan observasi pembelajaran, berdiskusi atau mewawancarai guru di sekolah, observasi perbedaan individu siswa dan cara menangani, sampai praktik mengajar team teaching bersama guru pamong di sekolah.

Perubahan juga terjadi pada mata kuliah PPL 1. Sebelumnya, perkuliahan hanya dilaksanakan di kampus. Mulai tahun 2016 mahasiswa sudah dilibatkan ke sekolah.  

“Mereka ditugaskan untuk mengamati pembelajaran, dan menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki. Kemudian di kampus mereka membuat rencana pelaksanaan pembelajaran berdasar hasil pengamatan” kata Dr Evi Fatimatur Rusydiyah, dosen UINSA yang juga fasilitator pelatihan USAID PRIORITAS yang mengikuti studi singkat penyiapan calon guru di Michigan State University (MSU).  

Sementara Rizka Safriyani MPd, dosen bahasa Inggris, juga kerap melibatkan guruguru di sekolah mitra UINSA untuk mereviu hasil karya mahasiswa. “Mahasiswa saya minta datang ke sekolah untuk mengamati proses pembelajaran bahasa Inggris di sekolah, dan mereka juga berdiskusi dengan guru tentang hasil karya perkuliahan bahasa Inggris yang mereka buat untuk mendapat masukan,” tuturnya.

Buat Program Literasi

UINSA bekerja sama dengan Badan Arsip dan Perpustakaan Surabaya saat ini sedang mengembangkan 56 judul buku bacaan berjenjang untuk siswa kelas awal SD/MI. Buku bacaan berjenjang adalah buku yang isinya disesuaikan dengan jenjang (tingkat) kemampuan membaca siswa. Isi buku mulai terdiri dari satu kata dan satu gambar untuk siswa yang baru belajar membaca, sampai yang terdiri dari beberapa paragraf dan gambar untuk siswa yang sudah lancar membaca.

“Pembuatan buku bacaan berjenjang ini untuk mendukung program akseliterasi  atau percepatan peningkatan kemampuan literasi siswa Surabaya. Buku bacaan berjenjang yang dihibahkan USAID menjadi inspirasi dan rujukan kami dalam membuat buku bacaan berjenjang,” kata Evi lagi.

UINSA merupakan salah satu dari 17 LPTK mitra dan 13.000 sekolah penerima hibah 8 juta buku bacaan berjenjang dari USAID. Para dosennya juga sudah dilatih cara menggunakan buku bacaan tersebut untuk meningkatkan kemampuan dan minat membaca siswa kelas awal SD/MI.

Tim pembuat buku mengawalinya dengan meneliti konten-konten lokal Surabaya yang relevan untuk dijadikan topik buku bacaan berjenjang. Beberapa konten lokal yang dimaksud di antaranya terkait lokasi wisata, tempat bersejarah, makanan khas, dan masih banyak lagi. Mereka juga meneliti bentuk-bentuk buku bacaan berjenjang yang relevan untuk siswa madrasah di Kota Surabaya, yaitu dengan memperhatikan pemilihan kosa kata, ketepatan ilustrasi, tata cetak, konten dan konsepnya.

Setelah mendapatkan bahan, tim mulai memikirkan gambar-gambar ilustrasi buku. Konsepnya, pada setiap lembar buku ada tulisan dan gambar yang membuat anak tertarik membaca buku tersebut. Untuk gambar buku, ada yang menggunakan foto atau gambar ilustrasi. Misalnya, pada buku berwarna kuning yang berjudul Kebun Binatang Surabaya, gambar cover berupa foto dua orang anak yang sedang berpose gembira dengan latar belakang kebun binatang Surabaya. Isi buku terdiri dari satu paragraf, yang setiap paragraf terdiri dari dua kalimat. Di sebelahnya ada foto yang memperlihatkan kegiatan kedua anak tersebut di kebun binatang Surabaya. 

“Dicky dan Amel di kebun binatang. Mereka melihat Rusa.” Demikian salah satu kalimat dalam isi buku tersebut. “Buku ini akan membuat para siswa menjadi lebih mengenal dengan berbagai keunggulan di Surabaya, dan membangun kesadaran untuk menjaga dan melestarikannya,” tukas Evi.

Warna yang ada di cover buku dibuat berbeda untuk menunjukkan jenjang penggunaan buku. Ada tujuh warna yang digunakan, yaitu ungu, merah, kuning, hijau, biru, coklat, dan oranye, yang semua warna tersebut dibuat gradasi putih sehingga terlihat lebih cerah.

Saat ini sudah ada satu seri buku yang terdiri dari tujuh judul buku berhasil diselesaikan. Totalnya ada delapan seri buku dengan 56 judul yang akan dibuat. Tujuh judul buku yang selesai dibuat akan dicetak terbatas, dan pada awal tahun 2017 digunakan tim pustakawan Surabaya untuk menilai kemampuan membaca siswa kelas awal SD/MI di Surabaya. Judul-judul buku lainnya masih dalam tahap validasi ahli.

Buat KKN Literasi

Sebagai upaya mendekatkan mahasiswa untuk lebih mencintai buku dan membantu program literasi di sekolah, tahun 2016 lalu UINSA melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi. KKN literasi ini merupakan kegiatan pilihan selain KKN regular dimana mahasiswa selama enam bulan melakukan kegiatan magang di perpustakaan madrasah atau pondok pesantren. Dalam kegiatan ini, UINSA juga bekerja sama dengan Badan Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya terutama untuk menyeleksi para calon mahasiswa KKN literasi.

Rektor UINSA, Prof Dr Abd A’la menyebut kerja sama dalam program USAID PRIORITAS mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan, sehingga siswa menjadi aktif, bukan hanya mendengar dan menghafal seperti selama ini. (Dkd/Anw)


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.