FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Unjuk Karya Kemampuan Calistung Siswa Papua

Unjuk Karya Kemampuan Calistung Siswa Papua
Siswa kelas I, II, III, dan IV SD Inpres Sogokmo, Wamena, menunjukkan kemampuan calistung kepada para peserta pameran. Tahun lalu, siswa ini rata-rata masih belum lancar membaca. Setelah gurunya dilatih, siswa sudah lancar membaca dan juga mampu berhitung.

JAYAWIJAYA, PAPUA – Setelah dua tahun melaksanakan program pelatihan dan pendampingan untuk guru-guru di Papua, Yayasan Kristen Wamena menggelar unjuk karya dampak program tahun kedua hibah USAID PRIORITAS.  Ada 34 sekolah mitra yang memamerkan hasil pembelajaran di sekolahnya dan berbagai media pembelajaran yang dibuat oleh para guru. Setiap sekolah juga membawa siswa untuk menunjukkan peningkatan kemampuan calistung (membaca, menulis, dan berhitung).

Dany Wetipo siswa kelas III SD Inpres Sogogmo, setahun lalu dia belum lancar membaca. Setelah gurunya mengajar dengan Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) dan Buku Bacaan Berjenjang (B3), dia kini mampu membaca buku dengan lancar. "Kenapa dari tadi kakak asyik dengan kalender sambil senyum-senyum?" kata Dany lantang membaca dengan buku bacaan jenjang F berjudul Hadiah Terindah dari Kakek, kepada para pejabat yang hadir.

Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Jaya Wijaya sangat berterima kasih dengan adanya dukungan dari USAID PRIORITAS kepada sekolah-sekolah di kabupaten Jayawijaya. Ada perubahan yang cukup baik di sekolah mitra.

”Kita harus terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Wamena. Dukungan dari USAID PRIORITAS dan YKW ini akan kita kembangkan agar semakin banyak siswa yang mendapatkan pembelajaran yang baik dan guru semakin kreatif dalam mengajar,” kata Kondar Siregar, Staf Ahli Bupati Jayawijaya bidang Pengembangan Pendidikan dan Pembangunan mewakili Bupati Jayawijaya.

Pada acara tersebut juga dilakukan lomba alat peraga yang dibuat para guru dari sekolah mitra. SD YPPK Sinatma berhasil meraih juara I dengan membuat alat peraga dari kayu yang dibolongi dan sisa kain dari penjahit yang dibuat menjadi alat musik tradisional Tifa. Alat ini juga bisa dibuat penghapus kapur di papan tulis. Siswa juga bisa menggunakan untuk berhitung di kelas awal. Pengumpulan bahan dan pembuatannya dikerjakan oleh siswa dengan dipandu oleh gurunya,  Alpius Lany.

Juara II diraih SD YPPK St. Antonius Pilimo yang membuat alat peraga Pohon Bahasa untuk Belajar Huruf dan Awalan. Siswa dapat mencari kata dalam bentuk buah yang awalannya sudah lebih dulu di gantung di pohon bahasa. Mereka juga membuat Jam Matematika untuk mengajar mengenal waktu, angka, dan bentuk benda.

Sedangkan juara III diraih SD Alfa Agape, yang membuat alat peraga Kebun Binatang. Bahannya dari karton dan kertas yang dibentuk seperti rumah binatang dengan beberapa binatang di dalamnya. Alat peraga ini dibuat untuk menjelaskan kepada siswa tentang namanama binatang dan untuk matematika digunakan untuk penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan benda.

Menurut Nerina Heluka, guru SD Sinar Baliem, sudah dua tahun ini dia menggunakan BPKP dan sudah lima bulan memanfaatkan B3 untuk mengajar siswanya membaca. “BPKP membantu saya dalam mengajar secara teratur dan membuat siswa lebih mudah memahami pembelajaran. Sedangkan B3 mempermudah saya mengajar siswa belajar membaca dan membuat anak semakin suka dalam membaca buku," katanya di sela-sela acara. (Hry/Grn)

 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.