FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Komitmen Daerah Tuai Anugerah Literasi Prioritas

Komitmen Daerah Tuai Anugerah Literasi Prioritas
Pada acara Anugerah Literasi Prioritas, ada tiga siswa menyampaikan dampak program membaca di sekolah. (Bawah) Aisyah, siswa kelas VI SDN 1 Allakuang, Sidrap, Sulawesi Selatan, yang membaca 117 buku dalam lima bulan, membacakan isi cerita dan pesan moral sebuah buku yang sudah dibacanya.

JAKARTA – Salah satu tujuan program USAID PRIORITAS adalah meningkatkan keterampilan dan minat membaca siswa di sekolah-sekolah, yang secara langsung untuk mendukung program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Kemendikbud.  Atas permintaan Kemendikbud, USAID PRIORITAS menyiapkan beberapa daerah mitra USAID PRIORITAS untuk menjadi kabupaten/kota penerima Anugerah Literasi Prioritas.

”Penerima Anugerah Literasi Prioritas adalah kabupaten/kota yang memprogramkan secara khusus kegiatan-kegiatan literasi di sekolah dan masyarakat sehingga bisa menjadi rujukan bagi kabupaten/kota lainnya,” kata Handoko Widagdo, Spesialis Pengembangan Sekolah USAID PRIORITAS (20/3).

Kriteria yang dipakai oleh USAID PRIORITAS dalam menentukan Kabupaten/Kota Model Literasi adalah:

  1. Program literasi dipayungi dengan Peraturan, Keputusan atau Surat Edaran Bupati/Walikota
  2. Ada anggaran yang jelas di APBD untuk program literasi
  3. Ada tim dan koordinator yang jelas untuk mengawal pelaksanaan program
  4. Sekolah menerapkan kegiatan 15 menit membaca.
  5. Ada program yang jelas tentang suplai buku ke sekolah
  6. Ada program pelatihan guru dan sekolah dalam pengembangan literasi

Berdasar kriteria tersebut, ada 19 dari 93 daerah mitra USAID PRIORITAS yang menjadi kabupaten/kota penerima anugerah literasi, yaitu Provinsi Aceh:  Aceh Barat Daya dan Bireun; Provinsi Sumatra Utara: Labuhanbatu dan Serdang Bedagai; Provinsi Banten: Serang dan Tangerang; Provinsi Jawa Barat: Kota Cimahi, Bandung Barat, dan Tasikmalaya; Provinsi Jawa Tengah: Banjarnegara, Demak, dan Sragen; Provinsi Jawa Timur: Banyuwangi, Blitar, Lumajang, dan Sidoarjo; Provinsi  Sulawesi Selatan: Sidrap, Maros, dan Wajo. Anugerah Literasi Prioritas dari Kemendikbud tersebut diberikan langsung oleh Dirjen Dikdasmen, Hamid Muhammad (20/3).

Janatin dan Hamzah Haz, siswa SMPN 4 Lumajang, menunjukkan kumpulan cerpen yang dibukukan dampak dari banyak membaca.

Setiap daerah tersebut telah membentuk Tim Literasi. Tim Literasi adalah tim lintas SKPD yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program literasi di kabupaten/kota, sedangkan koordinatornya adalah orang yang akan menggerakkan kegiatan kabupaten literasi, seperti wakil bupati, kepala dinas pendidikan, atau kepala perpustakaan daerah.

Program utama dari kabupaten literasi adalah membangun sekolah model, pembiasaan, suplai buku, motivasi dan peningkatan kemampuan membaca anak kelas awal SD/MI menggunakan Buku Bacaan Berjenjang dan penerapan PAKEM dan pembelajaran kontekstual di kelas tinggi SD/MI dan SMP/MTs.

Program pembiasaan dilakukan setiap hari melalui (1) kegiatan 15 menit membaca, dan (2) jam khusus membaca. Suplai buku dilakukan dengan memberdayakan PERPUSDA untuk menyediakan buku bagi sekolah-sekolah, menganggarkan di APBD, dana BOS, bekerja sama dengan perusahaan, dan partisipasi masyarakat (khususnya orangtua dan alumni).

USAID PRIORITAS membantu kabupaten/kota dan sekolahsekolah mitra dan sekolah diseminasi dalam mengembangkan budaya baca. Dukungan yang telah diberikan di antaranya adalah:

  1. Pelatihan guru, kepala sekolah dan komite sekolah di sekolah mitra dan sekolah diseminasi dalam pembelajaran (3 modul), MBS (3 modul) dan pengembangan budaya baca.
  2. Hibah buku bacaan anak SD/MI dan SMP/MTs masing-masing 150 eksemplar per sekolah mitra.
  3. Hibah 8 juta buku bacaan berjenjang untuk lebih dari 13.000 SD/MI mitra dan SD/MI terpilih masing-masing 600 buku per sekolah. Hibah ini didukung dengan pelatihan dan pendampingan guru kelas awal dalam menggunakan buku untuk meningkatkan minat dan keterampilan membaca siswa.
  4. Pendampingan perencanaan dan penganggaran Kabupaten Budaya Baca serta penyusunan payung hukum.
  5. Pelatihan pengawas, kepala sekolah dan pustakawan dalam pelaksanaan dan monitoring program budaya baca di sekolah. (Hw)

 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.