FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Sahabat Perpustakaan Antarkan SDN Temas 1 Juara Nasional

Sahabat Perpustakaan Antarkan SDN Temas 1 Juara Nasional
Siswa sedang membaca di perpustakaan sekolah yang nyaman.

BATU, JAWA TIMUR – Ingin perpustakaan menjadi tempat tujuan yang menyenangkan untuk anak-anak? Belajarlah dari SDN Temas 1 Kota Batu. Sekolah ini dahulu sangat tidak diperhitungkan. Menurut sang kepala sekolah Mahmudah MPd, sekolah ini dulu sempat di cap sebagai sekolah buangan. “Sampai ada singkatan Temas itu kepanjangannya tempat masalah,” gurau Mahmudah membuka percakapan.

Segala upaya dia lakukan, mulai pembenahan fisik, sarana, dan pembelajaran. Salah satunya adalah perpustakaan. Kegiatan budaya baca mulai diberlakukan di semua kelas tanpa kecuali setelah mendapat pelatihan dari USAID PRIORITAS. “Begitu pulang dari pelatihan, besoknya saya langsung berbenah dengan menerapkan ilmu dari USAID PRIORITAS ke sekolah,” terangnya.

Dia bersama para guru membuat pojok-pojok baca diletakkan di setiap sudut kelas dengan beragam koleksi buku yang diambil dari buku-buku perpustakaan. Ada pula rak-rak buku yang diletakkan di depan setiap kelas. Perpustakaan juga dilakukan pembenahan total. Perpustakaan yang dulu hanya digunakan sebagai gudang buku difungsikan kembali dengan lebih maksimal. Dia mempekerjakan dua pustakawan yang khusus menjalankan program perpustakaan.

Salah satu program pustaka adalah 'sahabat perpustakaan'. Pustakawan memilih 25 anak yang menjadi sahabat perpustakaan. Mereka dipilih dari siswa yang sering berkunjung dan menghabiskan waktu istirahat dengan membaca di perpustakaan. Tugasnya, setiap pagi pukul 07.00 mereka mengambil buku di perpustakaan untuk dibawa ke rak depan setiap kelas. Buku tersebut ditata dengan rapi. 

“Biasanya saat jam istirahat, buku-buku itu laris dibaca temanteman,” ungkap Caca Veronia Amanda Rasya, siswa kelas V yang menjadi salah satu sahabat perpustakaan. Sesaat sebelum pulang, para sahabat perpustakaan mengambil buku-buku tersebut dan mengembalikannya ke perpustakaan. “Beberapa teman ada yang pesan minta besoknya kami bawakan buku, misalnya buku resep atau buku tentang cerita rakyat,” ungkap Caca.

Rak buku oleh Mahmudah juga diletakkan di bawah pohon-pohon besar di halaman sekolah. Ada sekitar 5 pohon beringin ukuran sedang, di bawahnya terdapat tempat duduk dan rak-rak buku terbuat dari kayu. Tak hanya siswa saja, orang tua yang mengantar siswa ke sekolah dan menunggu juga menikmati beragam koleksi buku di perpustakaan 'pohon'.

Sementara itu di kelas-kelas, setiap pagi siswa melaksanakan program membaca senyap selama 15 menit. Usai membaca, mereka mengambil buku jurnal yang diletakkan di kantong-kantong buku jurnal di kelas. Selesai mengisi buku, salah satu dari mereka maju kedepan untuk menceritakan kembali isi buku. Siapa sangka, konsep ini berhasil mengantarkan sekolah ini menjadi juara I dalam Lomba Budaya Mutu SD tingkat nasional untuk komponen perpustakaan yang diadakan Kemendikbud di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Oktober 2016 lalu. (Dkd)

 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.