FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Fasilitasi Pendidikan Inklusif dan Pengarusutamaan Gender

Fasilitasi Pendidikan Inklusif dan Pengarusutamaan Gender

USAID PRIORITAS - Jakarta. Pendidikan inklusif dan gender menjadi bagian dari isu lintas sektor yang menjadi perspektif pada setiap kegiatan USAID PRIORITAS. Untuk mendapatkan masukan dan gambaran awal program tersebut, USAID PRIORITAS melaksanakan kegiatan asesmen persepsi dan kapasitas kabupaten termasuk isu inklusif dan gender dalam pendidikan. Asesmen ini dilaksanakan dengan metode FGD (Focus Group Discussion) dan wawancara yang melibatkan unsur dinas kabupaten (dinas pendidikan dan kantor Kemenag) serta sekolah. 

Sejak digulirkan pemerintah pada tahun 2006, masih ada beberapa daerah mitra yang belum ada sekolah penyelenggara pendidikan inklusif. Dampaknya, pendidikan inklusif belum menjadi prioritas dalam perencanaan program pendidikan. Hanya sebagian kecil yang memasukkan pendidikan inklusif di dalam rencana strategis dan rencana kerja pendidikan di daerah, termasuk dalam penganggarannya. 

Kerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusi antara dinas kabupaten dengan pihak luar seperti perguruan tinggi/LSM, juga belum banyak dilakukan. Pemberian dana operasional dan sarana/prasarana untuk pengembangan sekolah inklusif juga masih belum maksimal. 

Pada aspek perencanaan, sampai saat ini belum semua dinas menggunakan data terpilah berdasarkan jenis kelamin. 

Fokal point dan kelompok kerja (pokja) pengarusutamaan gender (PUG) yang diharapkan menjadi motor penggerak di daerah, belum menjadi kebutuhan di dinas kabupaten mitra. Hampir separuh pokja yang ada sudah tidak aktif lagi. 

Rekomendasi

Berdasarkan hasil asesmen tersebut, USAID PRIORITAS merekomendasikan kegiatan yang memperhatikan aspek-aspek penting berikut ini:

1. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran dinas kabupaten dan sekolah tentang pendidikan inklusif dan gender melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, pelatihan, lokakarya, dan kegiatan peningkatan kapasitas lainnya.

2. Meningkatkan kapasitas kepala sekolah tentang cara membuat perubahan pada kebijakan sekolah dan perencanaan yang responsif gender termasuk penganggarannya.

3. Membangun koordinasi dan kerjasama antar organisasi yang bekerja untuk pendidikan inklusif dan gender di daerah maupun nasional untuk mendekatkan akses peserta didik berkebutuhan khusus pada pendidikan yang berkualitas dan responsif gender. 

4. Advokasi kebijakan dan anggaran untuk pemenuhan sarana dan prasarana terkait pendidikan inklusif dan gender berdasarkan data yang ada dan temuan lapangan. 

(Wsa)


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.