FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Siswa ABK Tampil Memukau dengan Neraca Cartesius

SDN Bondoyudo 2 Lumajang, Jawa Timur

Siswa ABK Tampil Memukau dengan Neraca Cartesius
Stuart Weston, Direktur Program USAID PRIORITAS, diminta memeragakan cara kerja neraca Cartesius oleh dua siswa ABK pada unjuk karya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (17/02/2015).

LUMAJANG, JAWA TIMUR – Sederhana tetapi berhasil memberikan penjelasan yang rinci tentang Neraca Cartesius dan Hukum Archimedes. Demikian penampilan dua siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) Salsabila Chitra dan Wildari dari SDN Bondoyudo 2 Lumajang. Dua siswa Kelas V ini tampil sederhana melalui demo pembelajaran IPA menggunakan Neraca Cartesius yakni berupa botol plastik ukuran 1 liter yang di dalamnya diisi tabung reaksi dan air. Keduanya tampil memukau saat melakukan demo pembelajaran pada kegiatan Unjuk Karya dalam Bidang Pendidikan Kabupaten Lumajang pada 17 Februari 2015.

Salsabila tampil dengan sangat fasih menjelaskan proses terjadinya benda tenggelam, melayang, dan mengapung dengan menggunakan Neraca Cartesius. Sementara Wildari mempraktikkan penjelasan rekannya. “Bila botol ini ditekan dengan kuat, maka benda akan tenggelam berada di dasar air. Bila ditekan pelan maka benda akan berada ditengah-tengah botol atau melayang. Sedangkan botol yang tidak ditekan menghasilkan benda yang terapung. Tenggelam, melayang, dan terapung terjadi karena adanya tekanan karena di dalam tabung reaksi ada hampa udara. Peristiwa ini disebut Hukum Archimedes,” ungkap Salsabila sembari diperagakan oleh Wildari. Seluruh penonton pun bertepuk tangan usai menyaksikan peragaan kedua siswi ABK tersebut.

Selanjutnya, Salsabila dan Wildari memanggil Stuart Weston, Direktur Program USAID PRIORITAS yang hadir dalam acara unjuk karya tersebut. Beliau diminta naik ke panggung dan memperagakan salah satu teori Hukum Archimedes. Stuart pun menekan botol kuat-kuat sehingga tabung reaksi di dalam botol tenggelam.

“Kejadian ini dinamakan apa Pak?” Tanya Salsabila pada Stuart.

“Oh, ini benda tenggelam ya,” jawab Stuart dan disambut dengan teriakan keduanya,”Bapak pintar. Betul sekali.”

Stuart pun penasaran dan bertanya pada keduanya,”Kenapa benda ini tenggelam?”

Salsabila dengan lancar menjelaskan karena adanya tekanan yang kuat sehingga membuat benda ini tenggelam. Jawaban tersebut benar dan membuat penonton bertepuk tangan. Sebagai penutup, Salsabila dan Wildari menyerahkan botol Neraca Cartesius kepada Stuart sebagai hadiah.

Dijelaskan oleh Kepala SDN Bondoyudo 2 Lumajang Gatot Parasid Widodo, memang tidak mudah mengajarkan kegiatan tersebut pada siswa ABK, apalagi daya ingat mereka tidak seperti siswa pada umumnya. “Harus diajarkan pelan-pelan, berulang-ulang dan latihan,” terangnya. Menumbuhkan keberanian pada siswa ABK juga membutuhkan kesabaran. Namun Gatot dan para guru pembimbing tidak kenal lelah. Mereka berusaha menumbuhkan keberanian siswa ABK dengan sering mengajak para siswa ABK tampil di depan khalayak umum. Kerja keras Gatot membuahkan hasil. SDN Bondoyudo 2 yang ditunjuk sebagai salah satu sekolah penerima siswa ABK di Lumajang, dan berhasil membangun kepercayaan diri para siswa ABK dan meningkatkan minat mereka untuk belajar lebih baik lagi. (Dkd)


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.