Melanjutkan Keberhasilan DBE di Lima Daerah
Bupati Bireuen H. Ruslan M. Daud menerima KAK (Kerangka Acuan Kerjasama) dari Direktur Program USAID PRIORITAS, Stuart Weston di Banda Aceh.

USAID PRIORITAS  - Aceh. Selama enam tahun, Pemerintah Aceh telah menjadikan Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie, Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Tengah sebagai penerima manfaat dari USAID melalui program Decentralized Basic Education atau DBE. Program DBE telah memberikan manfaat yang signifikan terhadap bidang pendidikan di lima kabupaten/kota tersebut, terutama pada tingkat pendidikan dasar.

“Keberlanjutan inilah yang kami nantikan, karena DBE telah memberikan manfaat yang cukup besar untuk perkembangan pendidikan di kabupaten kami,” ungkap Drs. H. Taufik, MM Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah yang sebelumnya menjabat sebagai kepala dinas pendidikan pada masa pelaksanaan program DBE. 

Di Kabupaten Aceh Besar, Tim USAID PRIORITAS berkesempatan melanjutkan hasil inisiasi program DBE dengan menjadi pemateri pada Sosialisasi Qanun (Peraturan Daerah) Nomor 6 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Aceh Besar. 

Qanun yang awalnya atas inisiasi program DBE tersebut mendapat tanggapan yang cukup baik dari peserta yang sebagian besar kepala sekolah, guru dan komite sekolah. Dalam kegiatan tersebut USAID PRIORITAS memaparkan materi Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan yang didasarkan  pengalaman sebelumnya pada program DBE. 

Sementara itu di Kabupaten Bireuen,  H. Ruslan M. Daud, Bupati Bireuen menegaskan komitmen keikutsertaan kembali kabupaten tersebut terhadap program pendidikan yang dibiayai oleh USAID. Pada masa Program DBE Kabupaten Bireuen telah mengeluarkan SK Bupati Bireuen Nomor 38 Tahun 2008 tentang pembentukan panitia pengarah program dan kelompok kerja peningkatan mutu pendidikan dasar. Dinas Pendidikan dan Kemenag secara bersama mendorong pembinaan dan peningkatan mutu pendidikan di daerah tersebut. 

Bupati menyatakan bahwa selama lima tahun ke depan kepemimpinannya akan fokus pada peningkatan mutu pendidikan. “Kami fokus pada peningkatan sumber daya manusia terutama untuk peningkatan mutu pendidikan,” tegas Bupati yang mendapat dukungan USAID PRIORITAS di Kabupaten Bireuen. 

Tidak ketinggalan Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh menyatakan kesiapannya untuk menerima kembali program peningkatan mutu pendidikan dari USAID. Bahkan Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin, dan Wakil Bupati Pidie, M. Iriawan ikut menghadiri langsung peluncuran program USAID PRIORITAS beberapa waktu lalu di Jakarta. 

Bardan Sahidi wakil rakyat dari komisi pendidikan DPRK (DPRD) Aceh Tengah yang sebelumnya membidangi penganggaran, menyatakan dukungannya untuk menyokong dana dari APBK (APBD) dalam meningkatkan kualitas mutu guru,  “Saya akan memperjuangkan anggaran tahun ini untuk pelatihan peningkatan mutu guru yang akan dilakukan secara sharing oleh USAID PRIORITAS. Kami telah merasakan manfaat yang cukup baik dari program DBE sebelumnya,” jelas Pak Bardan sapaan akrab Bardan Sahidi. (Tmk)

comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.