FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Terapkan MBS, Antarkan Hamid Jadi Pengawas Berprestasi Nasional

Terapkan MBS, Antarkan Hamid Jadi Pengawas Berprestasi Nasional
Abdul Hamid mendapat penghargaan Rp 10 juta atas prestasi sebagai pengawas madrasah terbaik

DEMAK, JAWA TENGAH – Abdul Hamid, pengawas RA/MI Kementerian Agama Kabupaten Demak mendapat penghargaan sebagai Pengawas Kementerian Agama (Kemenag) Berprestasi Tingkat Nasional, yang dilaksanakan di Bogor (17/10). Gelar tersebut merupakan buah dari keseriusannya dalam menerapkan manajemen berbasis sekolah (MBS) dalam tugas kepengawasan yang dijalaninya.

“MBS merupakan solusi dari berbagai masalah di madrasah. Hal tersebut penting untuk terus ditekankan dan didorong implementasinya,” kata Hamid yang juga fasilitator USAID PRIORITAS Kabupaten Demak.

Dalam ajang pemilihan pengawas berprestasi tingkat nasional tersebut, Hamid mempresentasikan tentang pengembangan profesionalisme guru dan pengawas melalui supervisi akademik dan supervisi manajerial berkelanjutan. Akademik yang dimaksud seperti peningkatan kualitas pembelajaran yang didahului dengan membuat perencanaan yang baik, sedangkan manajerial merupakan bentuk perencanaan dan pengelolaan madrasah yang baik. Bentuk-bentuk tersebut merupakan hal yang dilatihkan oleh USAID PRIORITAS dan dikembangkan dirinya bersama Kemenag Jawa Tengah.

“Saya sudah mendapatkan pelatihan MBS dari USAID, kemudian saya kembangkan di lingkungan Kemenag sampai sekarang,” katanya.

Di sela aktivitas sebagai pengawas, beliau juga aktif menjadi fasilitator USAID PRIORITAS di Jawa Tengah. Karena semangat berbagi yang dimiliki, beliau sering diundang untuk mengisi pelatihan MBS di berbagai tempat. Berkat hal tersebut, portofolio yang dikumpulkan oleh Hamid paling banyak bila dibandingkan dengan peserta dari provinsi lain. Hal itu menjadi nilai tambah untuk menjadi juara.

“Kunci sukses saya adalah tidak takut salah dalam setiap berkarya. Orang yang berkarya sudah dalam posisi benar. Malah yang tidak berkarya itu yang kurang benar. Maka jangan ragu untuk terus berkarya,” katanya. (Arz)


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.